n: Jumlah sampel minimal yang dicari.
Thursday, July 2, 2026
Mengapa Sample Indonesia 1200
n: Jumlah sampel minimal yang dicari.
Monday, June 24, 2024
Variable Mediasi dan Moderasi
Regresi Standar sumber disini.
Motivasi kerja = a*Kemimpinan + b*Iklim + c
Variable Mediasi
Suhu dalam mobil berkorelasi dengan Komsumsi BBM. Namun jika dipikir ulang, korelasi tsb tidak lansung tapi ada variable perantara yaitu Penggunan AC. Karena suhu naik, maka orang menghidupkan AC mobil, dampaknya Konsumsi BBM naik. Logis bukan?
Dalam contoh diatas Variable PengguaanAC sebagai Variable Mediasi (Perantara)
Variable Moderasi
Pendapatan naik menyebabkan konsumsi naik. Namun ada moderator dari relasi tersebut yaitu Gaya Hidup. Orang yang punya Gaya Hidup high akan mengamplifikasi pendapatan dan meningkatkan konsumsi. Apakah logis?
Variabel Mediasi [Studi Kasus 1]
Diberikan data sbb (penjelasan di video):
|
Sales |
Income |
Satisfaction |
|
|
1 |
20 |
5 |
3 |
|
2 |
25 |
6 |
4 |
|
3 |
20 |
4 |
2 |
|
4 |
30 |
6 |
5 |
|
5 |
22 |
5 |
3 |
|
6 |
28 |
5 |
5 |
|
7 |
26 |
6 |
5 |
|
8 |
22 |
5 |
5 |
|
9 |
26 |
6 |
5 |
|
10 |
28 |
7 |
5 |
|
11 |
22 |
5 |
3 |
|
12 |
24 |
5 |
4 |
|
13 |
26 |
6 |
4 |
|
14 |
28 |
5 |
5 |
|
15 |
21 |
5 |
2 |
|
16 |
20 |
6 |
5 |
Tentukan apakah Satisfaction memediasi Income terhadap Sales.
Di Video digunakan perhitungan menggunakan SEM Builder di Stata. Kita tidak akan menggunakan nya, namun akan menggunakan model perhitungan Sobel Test dari referensi Video ini atau ini.
Teori Variable Moderasi dapat dilihat di video Bpk. Yuniarto Hadiwibowo dosen STAN berikut ini.
Anggap X pompa air, Y adalah bak air. Air bisa mengalir langsung lewat pipa c.
Alternatif lain air juga bisa disalurkan lewat pipa a dan c' bersamaan, dari pipa a masuk ke bak tampung Z, lalu disalurkan lagi ke pipa b masuk ke Y. Sedangkan aliran lain di pipa c' langsung masuk ke Y.
Nah, misalkan debit air di pipa c, 200 kubik/detik, maka jika jalur diparalel via pipa a, otomatis aliran air di c (karena paralel maka c sekarang jadi c') akan drop misal menjadi 150 kubik/detik.
c = 200 kubik/detik
c' = 150 kubik/detik
berarti sisa nya 50 kubik/detik mengalir di pipa a dan b.
Nah, jika saat di paralel c' menjadi 0 kubik/detik, maka disebut Z itu memediasi full, karena 200 kubik/detik full mengalir via Z.
Jika c' < c, maka hanya sebagian air yang mengalir via Z, maka disebut Z memediasi partial.
Jika koefisien a dan c tidak significant (p > 0,05) maka pastilah tidak ada air yang mengalir ke Z, maka Z disebut tidak memediasi.
Ketentuan Mediasi:
Z fully memediasi, jika:
- c significant,
- b significant,
- c' tidak significant
Z partially memediasi, jika:
- c significant,
- c' significant
- nilai c > c'
Z tidak memediasi, jika:
- a atau b tidak significant,
- c significant,
- nilai c' tetap besar atau mendekati sama dengan c
Jika a atau b tidak significant maka bisa disimpulkan bahwa Satisfaction (Z) tidak memediasi. Jika b significant, maka bisa dikatakan bahwa Z (Satisfaction) merupakan variabel independent terhadap Y (Sales), bukan variabel yang me-mediasi. Karena tidak memediasi maka efeknya nilai c' akan tetap besar mendekati (atau sama dengan) c.
Kembali ke topik.....
Gambar dari diagram mediasi Satisfaction sbb:
Jika di running dengan Stata:
1. Mencari a
2. Mencari b3. Sobel Calculator
Interpretasi: Satisfaction tidak memediasi secara signifikan karena |Z| < 1.96, dan p 0.0785 > 0.05.
Cara lain menganalisa mediating variable, mengikuti alur penjelasan Bpk. Yuniarto spt di video beliau.
1. graph matrix sales satisfaction income
Karena datanya hanya 16, jadi terlihat masih scattered walaupun ada korelasi.
2. correlate sales satisfaction income
terlihat bahwa ada korelasi antara satisfaction <--> sales, income <--> sales dan income <--> satisfaction..
3. regress satisfaction income
terlihat bahwa setiap penambahan income $1 maka satisfaction meningkat 0.95, dan significant (p 0.11 < 0,05).
A = 0.953, p 0.011 significant
4. regress sales satisfaction income
B = 1.654, p 0.046 significant
A * B = 1.576 [indirect efect]
Caksen = 0.849 [direct effect], p 0.478 tidak significant
Total Effect = direct effect + indirect effect = 0.849 + 0.953*1.654 = 2.425
terlihat air yang mengalir di pipa Caksen hanya 0.849 dengan p 0.478 (tidak signifikan) sedangkan yang lewat mediasi 1.576. Artinya bisa disimpulkan Caksen ini tidak signicant, sehingga diduga Z sebagai mediating variable tidak significant alias tidak memediasi.
5. regress sales income (melihat C)
Interpretasi Fully Mediating, Partially Mediating, atau Non Mediating berdasarkan Baron & Kenny.
Berikut analisis ChatGPT, menggunakan Barron & Kenny.
Analisis:
Full Mediation: Variabel Satisfaction dikatakan sebagai mediator penuh jika pengaruh langsung Income terhadap Sales (C') menjadi tidak signifikan setelah dimasukkannya Satisfaction, dan pengaruh Satisfaction terhadap Sales (B) signifikan.
- C' (0.849) tidak signifikan (p = 0.478)
- B (1.654) signifikan (p = 0.046)
- Koefisien C (2.425) signifikan (p = 0.034)
Berdasarkan hasil ini, C' tidak signifikan setelah memasukkan Satisfaction, yang menunjukkan bahwa Satisfaction mungkin menjadi mediator penuh.
Partial Mediation: Variabel Satisfaction dikatakan sebagai mediator parsial jika pengaruh langsung Income terhadap Sales (C') berkurang tetapi masih signifikan setelah dimasukkannya Satisfaction, dan pengaruh Satisfaction terhadap Sales (B) signifikan.
- Dalam hal ini, C' tidak signifikan, sehingga tidak mendukung mediasi parsial.
No Mediation: Tidak ada mediasi jika pengaruh langsung Income terhadap Sales (C') tetap signifikan dan besar setelah memasukkan Satisfaction, atau jika pengaruh Satisfaction terhadap Sales (B) tidak signifikan.
- C' tidak signifikan (p = 0.478), yang menunjukkan bahwa mediasi oleh Satisfaction ada.
Kesimpulan Baron & Kenny:
Berdasarkan hasil di atas:
- Koefisien A = 0.953 dengan p = 0.011 (signifikan)
- Koefisien B = 1.654 dengan p = 0.046 (signifikan)
- Koefisien C' (Caksen) = 0.849 dengan p = 0.478 (tidak signifikan)
- Koefisien C = 2.425 dengan p = 0.034 (signifikan)
Variabel Satisfaction dapat dikategorikan sebagai fully mediating variabel dalam hubungan antara Income dan Sales karena pengaruh langsung Income terhadap Sales menjadi tidak signifikan setelah Satisfaction dimasukkan ke dalam model.
Kesimpulan diatas agak berbeda dengan Hasil Sobel Test. Jawaban dari ChatGPT sbb:
Hasil Sobel Test:
Nilai z dari perhitungan Sobel Test adalah 1.76.
Untuk menentukan apakah nilai z ini signifikan, kita perlu membandingkannya dengan nilai kritis dari distribusi normal. Pada tingkat signifikansi umum (α = 0.05), nilai kritis adalah sekitar ±1.96. Jadi, untuk Sobel Test:
- Jika ∣z∣>1.96, efek mediasi signifikan.
- Jika ∣z∣≤1.96, efek mediasi tidak signifikan.
Dalam hal ini:
- Nilai z = 1.76, yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 0.05 karena ∣1.76∣<1.96.
Kesimpulan Berdasarkan Sobel Test:
Karena nilai z tidak signifikan, ini menunjukkan bahwa mediasi oleh Satisfaction tidak signifikan. Dengan kata lain, meskipun Satisfaction mempengaruhi hubungan antara Income dan Sales, efek mediasi tidak cukup kuat untuk dianggap signifikan secara statistik.
Kesimpulan Akhir:
- Berdasarkan analisis Baron dan Kenny, Satisfaction bertindak sebagai fully mediating variabel karena koefisien C' tidak signifikan setelah memasukkan Satisfaction ke dalam model.
- Namun, berdasarkan Sobel Test, mediasi oleh Satisfaction tidak signifikan.
Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa Satisfaction mungkin memiliki peran sebagai mediator, tetapi efek mediasi ini tidak signifikan secara statistik menurut Sobel Test. Jadi, meskipun Satisfaction dapat dianggap fully mediating menurut langkah-langkah Baron dan Kenny, hasil ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati mengingat hasil Sobel Test.
================================
Lanjutan.... tanya ke ChatGPT.. agar menghitung direct effect, indirect effect dan total effect:
Definisi Efek:
- Direct Effect (C'): Pengaruh langsung dari Income ke Sales ketika mediator (Satisfaction) dimasukkan dalam model.
- Indirect Effect (A * B): Pengaruh tidak langsung dari Income ke Sales melalui mediator (Satisfaction).
- Total Effect (C): Pengaruh total dari Income ke Sales tanpa memperhitungkan mediator.
Rangkuman Efek:
Direct Effect (C'): C′=0.849
Indirect Effect (A * B):
Total Effect (C): C=2.425
Interpretasi:
- Total Effect (C): Pengaruh total dari Income ke Sales tanpa mediator adalah 2.425.
- Direct Effect (C'): Pengaruh langsung dari Income ke Sales setelah memasukkan mediator Satisfaction adalah 0.849.
- Indirect Effect (A * B): Pengaruh tidak langsung dari Income ke Sales melalui Satisfaction adalah 1.576.
Analisis:
- Direct Effect (C') berkurang dari Total Effect (C) ketika Satisfaction dimasukkan sebagai mediator, menunjukkan bahwa sebagian dari pengaruh Income terhadap Sales terjadi melalui Satisfaction.
- Indirect Effect (A * B) cukup besar (1.576), menunjukkan bahwa Satisfaction memediasi sebagian besar pengaruh Income terhadap Sales.
- Karena C' menjadi tidak signifikan (p = 0.478) setelah memasukkan Satisfaction, ini mendukung kesimpulan bahwa Satisfaction adalah fully mediating variabel. Namun, analisis Sobel Test sebelumnya menunjukkan bahwa mediasi ini tidak signifikan secara statistik, sehingga hasil ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati.
Kesimpulan:
- Total effect dari Income ke Sales adalah signifikan.
- Direct effect dari Income ke Sales setelah memperhitungkan Satisfaction adalah tidak signifikan.
- Indirect effect melalui Satisfaction adalah substansial tetapi perlu diperiksa lebih lanjut untuk signifikansi statistik.
Criteria for Eliminating Direct Effect (Full Mediation):
According to Baron & Kenny's strict criteria, for full mediation, the direct effect (Caksen) should not only be non-significant but also theoretically very close to zero. This suggests the mediator (Satisfaction) completely explains the relationship between the independent variable (Income) and the dependent variable (Sales).
Alternative Viewpoints:
It's important to acknowledge that Baron & Kenny's criteria have been debated. Some researchers argue that a substantial reduction in the direct effect, even if not completely eliminated, can still indicate partial mediation, especially if the indirect effect mediated by the variable is statistically significant.
2. Penulis lebih setuju dengan pendapat GeminiAI ini, sehingga berdasarkan teori Baron & Kenny, dapat disimpulkan Satisfaction memediasi secara parsial.
Tuesday, December 1, 2020
Cetral Limit Theory
Central Limit Theory menyatakan bahwa, walaupun original variable nya diambil acak dari populasi akan tetapi jika jumlah sample yang diambil sangat banyak, maka distribusi dari mean akan mendekati kurva normal.
Untuk lebih jelasnya bisa dibaca artikel ini.
Misalkan kita punya taman. Di taman tsb terdapat 6 jenis bunga. Jumlah populasi bunga sangat banyak. Dan mean dari populasi adalah 3.5 (mean dari 1, 2, 3, 4, 5, 6).
Jika kita lakukan 7 kali percobaan pengambilan sample, dengan tiap kali percobaan kita ambil 10 bunga, maka hasilnya sbb:
Nah Central Limit Theory (CLT) menyatakan bahwa semakin banyak sample yang diambil tiap percobaan maka:
mean_percobaan akan mendekati 3.5
Digambar terlihat:
mean_perc 1 = 3.7
mean_perc 2 = 3.7
mean_perc 3 = 2.5
mean_perc 4 = 4.1
mean_perc 5 = 3.6
mean_perc 6 = 3.9
mean_perc 7 = 3.3
------------------------
mean of mean_perc = 3.54
CLT juga menyatakan bahwa, semakin sering percobaan dilakukan dan mean_perc dicari kembali mean-nya (mean of mean_perc) maka hasilnya akan mendekati 3.5 (digambar terlihat 3.54).
Apa urgensinya dari CLT ini?
CLT meyatakan bahwa semakin banyak sampel yang diambil maka semakin mendekati kurva normal. Itulah mengapa ada pendapat yang megatakan, ramdom sample yang diambil dengan observasi 30, sudah mendekati distribusi normal.
Lebih jauh, jika tiap percobaan dicari mean nya dan diulangi, lalu mean tiap-tiap percobaan ini di gambar dalam kurva histogram, maka dipastikan kurvanya akan jadi kurva normal.
Secara teori, di wikipedia dinyatakan begini:
If are random samples each of size
taken from a population with overall mean
and finite variance
and if
is the sample mean, the limiting form of the distribution of
as
, is the standard normal distribution
Terlihat jika jumlah sample n sangat besar, maka distribusiya menjadi standard normal distribution.
Jika ingin mencoba efek penambahan observasi pada masing masing percobaan bisa download spreadsheet ini.
Dalam spreadsheet, diasumsikan dengan lempar dadu.
Dan, terlihat juga disini dengan 216x percobaan dan jumlah sample 500 sample per percobaan, maka mean yang didapat dari mean dari masing-masing 216x percobaan tsb 3.50 (sama dengan mean populasi 3.50). Kita bisa lanjutkan percobaan lempar dadu ini sampai percobaan ke 500, dengan klik tombol "Run".
Ringkasnya semakin banyak sample, maka mean dari rata-rata sample tsb akan mendekati mean populasi.
Dan juga, semakin sering dilakukan percobaan, maka mean of mean_perc akan mendekati mean_populasi.
Berikut adalah beberapa contoh histogram, dengan random pengambilan dadu sebanyak n lemparan dadu untuk sejumlah p kali percobaan.
n=100, p=100
n=1000, p = 216
n=50000, p=525
Terlihat semakin banyak sample per percobaan, dan semakin banyak percobaan, maka kurva mean of mean_perc akan semakin menjadi kurva normal.
<eof>
Sunday, November 29, 2020
Confident Interval 1 Tailed t test
Dengan hitung manual p-value terletak antara 0.01 < p-value < 0.025. Karena p-value < 0.05 maka Ho reject, Ha accept. Artinya dapat disimpulkan: rata-rata konsumsi kopi meningkat dari sebelumnya 3 cangkir.
Tuesday, November 24, 2020
Cara Membaca Null Hypotesis Stata
Tulisan ini merupakan adaptasi dari artikel https://www.ssc.wisc.edu/sscc/pubs/sfs/sfs-ttest.htm. Didalam artikel tsb diberikan penjelasan cara membaca Ha, pada output Stata.
Latar Belakang
Pada saat melakuka test Hipotesis Null (Ho) apakah kita reject atau accept, perlu dibuatkan lawan dari Ho, yaitu Ha nya.
Menariknya Stata akan menampilkan Ha, baik yang two tailed, maupun yang one tailed left, maupun right.
Sebagai contoh:
Anggap kita ingin menguji bahwa rata-rata nilai educ (education) pada satu polulasi = 14 (Ho: mean = 14).
Terlihat disini Stata mengasumsikan:
Ho: mean =14
Dan stata menampilkan nilai Mean, Std. Err., dan Std. Dev dari 254 sample.
Mean ditampilkan = 13.38583.
Ditampilkan pula 95% Conf. Interval.
Apakah Ho: mean = 14 bisa di Accept?
Kita lihat bahwa 14, berada diluar range 95% Conf. Interval, sehingga:
Ho: mean = 14 reject
Konsekuensinya lawannya yaitu Ha: mean != 14, Accept.
Perhatikan nilai P(|T| > |t|) nya = 0.0037 < 0.05 sehingga ini significant, juga sama mengindikasikan Accept.
Lanjut.... Disini nih masalahnya...
Bagaimana kalau kita mengasumsikan:
Ho <=4
atau
Ho >=4
Nah jadi masalah di Stata. Kita tidak bisa "memaksa" memasukkan nilai: Ho <=14, atau Ho >=14.
Tapi wait... Stata cukup baik menampilkan 3 variasi Ha, dibagian bawah outputnya. Tiga variasi Ha ini bisa menghasilkan 3 case.
Jika Ha di ketiga case ini diketahui, tentu mudah buat kita membuat pasangan Ho nya, bukan?
Jika Ho terdefinisi, maka problematika yang kita hadapi diatas terjawab sudah.
Perhatikan kembali gambar berikut:
Case-1:
Kita asumsukan Ha, sbb
Ha: mean !=14, maka tentu kita bisa buat lawannya, yaitu Ho nya.
Ho: mean = 14
Nah perhatikan di output Stata yang menyebutkan Ha: mean !=14 (bagian tengah / Case-1 di gambar).
Case 1 ini mirip dengan pembahasan diatas. Cara menentukan siapa yang direject bisa dengan 2 cara:
1. Dengan melihat 95% Conf. Interval (seperti pembahasan diatas):
- Jika 14 masuk dalam interval --> Ho Reject
- Jika 14 diluar interval --> Ho Accept
Diatas tabel terlihat 14 diluar interval, maka Ho Reject
2. Cara lain yaitu dengan melihat di output Stata bagian Case-1
Ha: mean !=14, Pr nya 0.0037 < 0.5, maka Ha Accept, dengan kata lain konsekuensinya Ho Reject.
Kesimpulan case-1:
Ha: mean !=14, Accept
Ho: mean = 14 Reject
Case-2:
Bagaimana kalau kita berasumsi:
Ha: mean <14, maka kita tentu bisa buat lawannya yaitu Ho nya.
Ho: mean >= 14
Lihat di output Stata bagian Case-2.
Ha mean < 14, Pr nya 0.018 < 0.05, maka Ha Accept, artinya Ho Reject.
Catatan Ho disini adalah Ho: mean >= 14 (Ho case-2), bukan Ho = 14 (case-1)
Kesimpulan case-2:
Ha: mean < 14 Accept
Ho: mean >=14 Reject
Case-3:
Bagaimana kalau kita berasumsi:
Ha: mean > 14, maka kita tentu bisa buat lawannya yaitu Ho nya
Ho: mean <= 14
Lihat di output Stata (Case-3 di gambar).
Ha mean > 14, Pr nya 0.9982 > 0.05, maka Ha Reject, artinya Ho Accept.
Catatan Ho disini adalah Ho: mean <= 14 (Ho case-3) , bukan Ho = 14 (case-1)
Kesimpulan case-3:
Ha: mean > 14 Reject
Ho: mean <= 14 Accept
<eof>
Saturday, November 21, 2020
Contoh Soal t-test dan z-test
Uji t-test dan z-test pada dasarnya adalah uji Hipotesis. Biasanya uji t-test dilakukan pada sample yang terbatas, kurang dari 30, sedangkan uji z-test dialkukan pada sample lebih dari 30.
Apa beda uji t-test dengan z-test?
Dari Stata kita jadi tahu bahwa z-test hanya digunakan jika variance atau standard deviasi dari populasi diketahui.
Jika kita menggunakann z-test maka asumsinya Standar Deviasi populasi sudah diketahui. Jadi jika ada sample walau jumlahnya kecil akan tetapi 𝞼 diketahui, maka kita sebaiknya menggunakan z-test.
Sebuah mesin menghasilkan minuman sebanyak 80 ml per botol (𝛍 populasi). Seorang karyawan (peneliti) yakin bahwa mesin tersebut tidak menghasilkan sebanyak 80 ml per botol. Dia lalu mengambil 40 sampel (n). Dia ukur semua sample itu dan mendapatkan rata-rata 78ml (x-bar) dengan standar deviasi 2.5 (s sample).
Pertanyaan:
a. Buat H0
b. Dengan confident level 95%, apakah cukup bukti untuk menyatakan bahwa mesin tidak bekerja dengan benar?
Jawab:
a. Diketahui bahwa jumlah sample 40, maka akan dilakukan uji z (dalam hal ini 𝛔 dianggap sama dengan s karena sample sudah diatas 30).
H0, adalah status quo, yaitu 𝜇 = 80 ml
Ha, adalah lawannya, yaitu 𝜇 != 80 ml
b. Perhitungan z-value:
n = 40
x-bar = 78 ml
𝛔 = s = 2.5
alpha = 5%
z-critical = 1.96 (rumus excel: =NORMSINV(0.025) = 1.96 )
z-value = -5.06, berada area Reject H0, artinya H0 tertolak.
Interpretasi:
Dengan level confident 95%, asumsi bahwa rata-rata mesin menghasilkan 80ml per botol tertolak, artinya ada masalah pada mesin tsb.
Contoh Uji t-test
Sebuah perusahaan membuat bateray dengan lifetime 2 tahun atau lebih (𝛍 populasi). Seorang engineer peneliti merasa usia baterai kurang dari 2 tahun. Dia lalu mengambil 10 sample (n). Dia mendapatkan rata-rata dari sample tsb 1.8 tahun (x-bar) dengan standard deviasi 0.15 (s sample).
Pertanyaan:
a. Buatlah hipotesis 0
b. Dengan confident level 99% apakah cukup bukti untuk mereject H0?
Jawab.
a. Karena jumlah sampel kurang dari 30, kita gunakan t-test (dan juga karena 𝛔 unknown).
H0, adalah status quo, yaitu 𝜇 >= 2 th (ONE TAIL)
Ha, adalah lawannya, yaitu 𝜇 < 2 th
b. Perhingan t-value
n = 10
x-bar = 1.8 th
s = 0.15
alpha = 1%
t-critical = -2.82 (rumus excel: ==T.INV(0.01 , 9) = -2.82), df = 10 -1 = 9
t-value = -4.22, berada area Reject H0, artinya H0 tertolak.
Interpretasi:
Dengan level confident 99%, asumsi bahwa rata-rata lifetie baterai >= 2th ditolak, artinya ada masalah pada produksi bateray tsb, sehingga rata-rata lifetimenya < 2th.
LEBIH LANJUT DENGAN Z-TEST
Persyaratan t-test:
1. 𝛔 (standar deviasi populasi) tidak diketahui
2. Jumlah sample < 30
Jika 𝛔 (standar deviasi populasi) diketahui dan sample > 30 maka gunakan z-test. Karena sample cukup besar maka jika 𝛔 (standar deviasi populasi) tidak diketahui bisa diganti dengan s (standar deviasi sample).
Note: Para peneliti lain menyatakan apabila 𝛔 diketahui, walaupun sample < 30, tetap menggunakan z-test.
Contoh soal: 𝛔 diketahui, tapi sample kecil
Nilai rata-rata satu sekolah adalah 75 (𝛍 populasi), dengan standar deviasi 10 (𝛔 populasi). Berapa probability random sample, 5 siswa (n) dengan nilai diatas 80 (x-bar).
Jawab:
Kita tahu bahwa syarat t-test harus terpenuhi dua syarat ini:
1. 𝛔 (standar deviasi populasi) tidak diketahui
2. Jumlah sample < 30
Dalam konteks soal, 𝛔 (standar deviasi populasi) diketahui, maka t-test tidak digunakan. Walaupun sample kecil, karena 𝛔 diketahui kita tetap pakai z-test.
Summary data:
𝜇 (mean population) = 75
𝛔 (standar deviasi populasi) = 10
n = 5
x-bar > 80
Rumus z-value
z-value = (80 - 75) / (10 / sqrt (5)) = 1.12
z-critical = NORMSDIST(1.12) = 86.86%
Sehingga probabilitas 5 siswa mendapatkan nilai > 80 adalah 100% - 86.86 = 13.14%
1. 𝛔 (standar deviasi populasi) tidak diketahui
2. Jumlah sample < 30
𝜇 (mean population) = 75
𝛔 = s (standard deviasi sample) =10
n = 40
x-bar > 80
Rumus z-value
z-value = (80 - 75) / (10 / sqrt (40)) = 3.16
z-critical = NORMSDIST(3.16) = 99.92%
Sehingga probabilitas 40 siswa mendapatkan nilai > 80 adalah 100% - 99.92 = 0.08%
Contoh soal: 𝛔 tidak diketahui, dan sample kecil
1. 𝛔 (standar deviasi populasi) tidak diketahui
2. Jumlah sample < 30
t-value = (80 - 75) / (10 / sqrt (9)) = 1.5
t-critical = =T.DIST.RT(1.5,8) = 8.60% -- RT = Right Tail
Sehingga probabilitas sample 9 siswa mendapatkan nilai > 80 adalah = 8.60%
<eof>
TENTANG BLOG INI
Blog ini merupakan tempat bagi penulis untuk menorehkan catatan-catatan selama penulis mempelajari ilmu statistik menggunakan software STATA...
-
Masih ingat gak kita, saat mulai ada pilpres, banyak Lembaga Survey melakukan survey untuk meramal siapa nanti bakal jadi Presiden Indonesia...
-
Diberikan data sbb (penjelasan di video ): Sales Income Satisfaction 1 20 5 ...
-
Blog ini merupakan tempat bagi penulis untuk menorehkan catatan-catatan selama penulis mempelajari ilmu statistik menggunakan software STATA...















.png)
























